Dana Darurat

Pentingkah Dana Darurat?

polizpedia.com

Pernahkah kendaraan Anda tertabrak atau ditabrak? Pernahkah Anda mengalami kondisi di mana anak Anda tiba tiba sakit di tengah malam dan harus masuk rumah sakit? Pernahkah Anda mengalam kondisi di mana salah satu anggota keluarga Anda meninggal?

Dengan menghadapi kondisi tersebut, biasanya kita mengalami kepanikan dan mungkin Anda menganggap kondisi-kondisi tersebutb sebagai situasi dengan kategori darurat.

Anda pasti setuju, Ketika dihadapkan dengan kondisi darurat dan kepanikan, anda diharuskan mengambil keputusan dengan cepat. Bayangkan salah satu kondisi di atas tadi, misalnya anak anda sakit dan harus dibawa masuk ke rumah sakit, keputusannya tentu anda akan membawa anak anda ke rumah sakit bukan? Lalu, anda tidak memiliki sejumlah dana untuk membiayai rumah sakit, pertanyaannya: ke mana anda mencari sumber dana?

Kebanyakan orang, ketika dihadapkan pada kondisi di mana seseorang tersebut membutuhkan biaya dalam waktu yang cepat biasanya akan mencari dua hal, yang pertama adalah pihak yang bisa diutangi, dan yang kedua adalah mencairkan aset/investasi yang mereka miliki. Sekilas, dua hal ini adalah solusi paling mudah bagi anda untuk menghadapi kondisi tersebut. Tetapi, apakah anda sadar bahwa ada utang yang harus bayar di kemudian hari? Apakah anda sadar anda harus merelakan aset/investasi yang telah anda kumpulkan bertahun-tahun untuk menutupi kebutuhan anda yang mendesak?

Baca juga : Penyakit Kritis

Sebetulnya, semua kembali kepada pilihan dari anda sendiri. Ketika anda menghadapi kondisi darurat, apakah anda memilih untuk berutang ataupun menjual aset/investasi anda. Namun anda juga harus mengetahui konsekuensi dari pilihan anda. Ketika anda berutang, maka utang tersebut akan membebani cashflow bulanan anda, utang tersebut akan menambah cicilan-cicilan anda di samping cicilan bulanan untuk rumah, cicilan bulanan untuk kendaraan dan cicilan lainnya.

Begitu pun ketika anda memilih untuk menjual aset/investasi anda. Ketika anda menjual aset/investasi anda, maka secara langsung jarak antara anda dengan tujuan keuangan anda semakin jauh. Contoh paling mudah adalah: Anda telah mengumpulkan logam mulia sejumlah Rp 20 juta untuk DP rumah, lalu anda dihadapkan pada kondisi darurat dan anda memilih untuk menjual logam mulia tersebut, maka di sini anda akan semakin jauh dengan tujuan anda memiliki rumah.

Baca juga : Tips Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga

Lalu, bagaimana agar kita terhindar dari kondisi tersebut? Jawabannya dapat dianalogikan seperti ini: Anda akan bepergian, biasanya ada beberapa hal penting yang dipersiapkan, salah satunya adalah charge handphone sampai penuh karena anda takut kehabisan daya baterai dan tidak bisa berkomunikasi dengan kolega anda. Nah, sebagai antisipasi bila daya baterai handphone habis, maka anda juga akan membawa powerbank. Persis seperti analogi handphone dan powerbank. Begitu pula sebetulnya yang harus anda persiapkan dalam hal keuangan. Anda haruslah memiliki ‘antisipasi’ yang disebut ‘dana darurat’.

Baca juga : Perampok Paling Modern

Dana darurat adalah dana yang harus kita kumpulkan untuk menutupi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat. Beberapa kebutuhan darurat di antaranya adalah sakit, kecelakaan dalam perjalanan, keluarga meninggal dunia. Seperti halnya ban serep, meskipun kita tidak pernah tahu kapan kita akan memakainya namun sudah seharusnya ban serep menjadi barang wajib yang harus selalu ada di dalam mobil Anda.

Untuk mengetahui besaran dana darurat Anda silahkan ajukan di sini

 

Share

4 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *